Thursday, November 19, 2009

Perlunya Pembukaan Jalan Baru dari Tanjung Rompa/Haunatas-Saba Lobu-Batusatail

Wilayah Kecamatan Marancar bagian Timur yang cukup luas sangat memerlukan pembukaan-pembukaan jalan baru yang bisa menghubungkan dari satu desa ke desa lain atau bisa menjadi sarana untuk pengangkutan hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang cukup jauh dari desa-desa yang ada di Kec. Marancar Timur khususnya di Desa Tanjung Rompa, Haunatas, Sukarame dan juga di Desa yang berada di tengah hutan Aek Sirabun yaitu Batusatail Kec. Sipirok, Tapanuli Selatan.
Salah satu Desa yang paling tertinggal saat ini adalah Desa Batusatail Lombang yang berada diperbatasan antara Kec. Marancar dan Kec Sipirok, Tapanuli Selatan.
Selama ini masyarakat di Desa ini berbelanja kebutuhan sehari-hari sekali seminggu ke Pasar Marancar yang ditempuh dengan Jalan kaki sekitar 2 Jam dengan melewati Hutan dan tebing di sekitar Hutang Aek Sirabun. Barang-barang biasanya diangkut pake Kuda guna mengangkut hasil-hasil pertanian dan Perkebunan ke Pasar Marancar melewati Sawah dan Kebun sekitar SABA LOBU.
Pemerintah dari dulu kurang memperhatikan desa dan wilayah Hutan disekitar Aek SIrabun ini karena berada Jauh di Pedalaman. Namun jika ditelurusi Desa ini sangatlah dekat jika Ada Akses Jalan dari Desa Tanjung Rompa - Saba Lobu - Batusatail Lombang hingga ke Batusatail Dolok dan ke Kota Sipirok. Jarak antara Desa Tanjung Rompa - Saba Lobu - Batusatail Lombang sebenarnya tidak lebih dari sekitar 3 km, dan pembukaan jalan melalui Jalan yang sering dilewati angkutan Kuda masyarakat selama ini cukup baik untuk dibuka Jalan tembus melewati Kebun Masyarakat Setempat. Rata-rata Masyarakat memberikan Tanah/Kebun mereka untuk pembukaan Jalan Baru ini mengingat masyarakat juga membutuhkan jalan ini untuk pengangkutan hasil-hasil pertanian dan Perkebunan yang melimpah di Daerah Saba Lobu, Saba Kacang, Saba Jae, Aek Sirabun dan juga memperpendek jarak ke Saba Godang yang paling arah Barat. Hasil Pertanian berupa Padi sangat baik di Daerah ini jika pengairan mencukupi. Namun pengarian dan Jalan Tembus selama ini menjadi kendala bagi masyarakat setempat guna mengangkut hasil-hasil pertanian dan Perkebunan.
Pembukaan Jalan Baru di wilayah Saba Lobu juga akan memungkinkan di wilayah Sawah / Kebun ini terbentuk satu desa dimasa yang akan datang mengingat di wilayah Saba (Sawah) Lobu cukup Subur dan hasil perkebunan melimpah dari dulu khususnya Gula Merah, Durian, Kopi, Karet dan lainnya. Tidak tertutup kemungkinan masyarakat akan membuka tempat tinggal di wilayah ini jika Jalan ke arah daerah Saba (Sawah) lobu ini dibuka oleh Pemerintah.
Untuk itu, Masyarakat berharap Pemerintah Tapanuli Selatan melalui Kantor Kecamatan bisa membuka Akses Jalan ke wilayah ini bekerjasama dengan Kec. Sipirok guna membuka Jalan ke wilayah Sipirok sekaligus membuka akses ke Kota Sipirok yang akan dijadikan menjadi Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pembukaan jalan ini juga akan merubah tatanan hidup masyarakat di Desa Batusatail yang selama ini harus Jalan Kaki rata-rata 2 - 3 Jam ke Pasar Sempurna guna berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Selama ini lebih parah lagi jika kondisi hujan maka masyarakat Batusatail harus menginap di pinggir Sungai Aek Sirabun yang ditengah Hutan Aek Sirabun sambil menunggu Sungai turun untuk bisa dilalui jika hendak pulang dari Pasar Marancar.
Mudah-mudahan di masa yang akan datang Jalan dari Tanjung rompa atau Jalan dari Desa Haunatas - Saba Lobu - Batusatail Lombang-batusatail Dolok-Sipirok tidak dilalui dengan angkutan Kuda lagi tapi sudah bisa dilalui minimal Roda Dua atau roda empat.
Horas...

No comments:

Post a Comment